Oli mesin membantu melumasi komponen bergerak, membawa sebagian panas, dan menjaga kotoran tersuspensi agar dapat ditangani sistem filtrasi. Namun, oli hanya bekerja sesuai rancangan jika spesifikasi, jumlah, dan interval penggantiannya tepat. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membuat pemilik mobil mengeluarkan biaya lebih besar atau melewatkan tanda masalah.

1. Memilih oli hanya berdasarkan merek
Merek terkenal tidak otomatis berarti semua produknya cocok untuk setiap mesin. Periksa buku manual untuk mengetahui viskositas SAE dan standar performa yang disyaratkan pabrikan. Mesin bensin modern, diesel, turbo, dan kendaraan dengan sistem emisi tertentu bisa membutuhkan spesifikasi berbeda.
Jika mobil memiliki garansi, pastikan oli memenuhi persyaratan yang tercantum dalam dokumen garansi. Jangan mengganti rekomendasi hanya karena teman memakai jenis oli lain atau karena satu produk dianggap lebih kental sehingga terasa lebih aman.
2. Menganggap oli lebih kental selalu lebih baik
Angka viskositas menunjukkan karakter aliran oli pada kondisi pengujian tertentu. Menggunakan oli di luar rentang yang disarankan dapat memengaruhi aliran saat mesin dingin dan perlindungan pada kondisi kerja. Ikuti spesifikasi pabrikan, termasuk bila ada rekomendasi berbeda untuk kondisi penggunaan tertentu.
3. Terlambat mengganti oli dan filter
Interval servis ditetapkan berdasarkan rancangan mesin dan pengujian. Perjalanan pendek berulang, kemacetan berat, debu, suhu tinggi, atau beban berat dapat tergolong penggunaan berat pada sebagian model. Periksa manual apakah ada jadwal khusus untuk kondisi tersebut dan jangan hanya mengandalkan perkiraan umum.
Filter oli juga perlu diganti sesuai prosedur servis. Filter yang sudah melewati masa pakai tidak menjadi lebih baik hanya karena oli terlihat masih jernih di dipstick. Warna oli sendiri bukan satu-satunya ukuran kesehatan pelumas.
4. Tidak memeriksa level oli
Periksa level oli dengan kendaraan berada di permukaan rata dan ikuti prosedur pada buku manual. Beberapa kendaraan memerlukan waktu tunggu setelah mesin dimatikan, sementara kendaraan lain memiliki prosedur berbeda. Pastikan pembacaan berada dalam rentang yang ditentukan.
Level terlalu rendah dapat mengurangi kemampuan pelumasan, sedangkan mengisi berlebihan juga bisa menimbulkan masalah. Tambahkan oli sedikit demi sedikit menggunakan spesifikasi yang benar, lalu periksa kembali sesuai petunjuk. Bila level terus turun, cari penyebabnya di bengkel, bukan hanya menambah oli berulang kali.
5. Mengabaikan kebocoran atau lampu peringatan
Noda oli di lantai, bau oli terbakar, asap yang tidak biasa, atau level yang cepat berkurang perlu ditindaklanjuti. Lampu tekanan oli bukan sekadar pengingat jadwal servis. Jika lampu tekanan oli menyala saat mesin hidup, berhenti di tempat aman dan matikan mesin sesuai petunjuk kendaraan; melanjutkan perjalanan dapat menyebabkan kerusakan serius.
6. Mencampur produk tanpa memastikan kecocokan
Dalam keadaan darurat, pemilik mungkin tergoda mencampur sisa oli yang berbeda. Walaupun beberapa produk memiliki kompatibilitas tertentu, mencampur oli tanpa memastikan spesifikasi bukan kebiasaan ideal. Gunakan produk yang memenuhi persyaratan kendaraan dan simpan catatan merek, spesifikasi, serta tanggal penggantian untuk memudahkan servis berikutnya.
Apakah oli mahal selalu lebih baik?
Harga tidak cukup untuk menentukan kecocokan. Produk yang tepat adalah produk yang memenuhi spesifikasi dan standar yang diminta pabrikan, tersedia dari sumber tepercaya, dan diganti sesuai interval. Simpan bukti pembelian dan waspadai kemasan atau penawaran yang mencurigakan.
Kesimpulan
Perawatan oli yang benar dimulai dari membaca manual, memilih spesifikasi yang sesuai, memeriksa level, dan mematuhi interval servis. Bila ada lampu peringatan atau konsumsi oli meningkat, periksa penyebabnya secepatnya. Langkah pencegahan lebih baik daripada menunggu kerusakan mesin muncul.
Foto ilustrasi: Unsplash/Kate Ibragimova.